Minggu, 20 April 2014

OSN 2014



Catatan OSN 2014 Bagi Team SMPN 1 Baleendah
Pak Endang-Bu Tintin-Bu Rita -Pak Ahmad

            Untuk mumulai pembahasan OSN ini penulis cukup tertegun dengan adanya tulisan pendek dari gambar yang mencantumkan “ OSN ajang pencari Nobel”. Begitu jauhnya terpikir bagaimana itu menjadi bagian kebijakan baik dalam skala regional maupun nasional.
Pelaksanaan OSN 2014 tingkat Kabupaten Bandung telah dilaksanakan  Sabtu, 8 Maret 2014 bertempat di SMPN 1 Margahayu. Sesungguhnya lomba ini merupakan lomba rutin tahunan dan hasil peserta yang lolos ke tingkat provinsi dari tahun ke tahun sebelumnya selalu berubah delegasi SMP dari kabupaten.
            Salah satu sekolah di Kabupaten Bandung  yaitu SMP Negeri 1 Baleendah adalah sekolah yang melihat kegiatan OSN merupakan tradisi akademik, dan baru tahun ini sejak 2005 sd 2008 biasa mengirimkan delegasinya ke tingkat kabupaten. Cukup menarik bagi team sekolah mencermati sejarah bagaimana membangun tradisi ini, banyak pelajaran yang diperoleh dari suka dan duka bisa jadi pengalamaan berharga bagi kita. Sehingga jika kami berdiskusi OSN dengan sekolah lain , kami mengatakan bahwa ada fase-fase yang telah dilalui dengan asam, manis, pahit, asin darinya.
            Menurut kami kegiataan ini bisa dijadikan ajang gembira bagi profesi kami khusunya mata pelajaran matematika , fisika , biologi dan ips , karena ada dua komponen utama yang dapat dijadikan subjek OSN yaitu guru pembimbing dan calon peserta delegasi yang dijagokan. Walaupun kami tahu banyak faktor lainnya yang dapat dijadikan sebagai keberhasilan dalam mengirimkan delegasi ke provinsi, misalnya daya dukung sekolah sendiri, daya dukung budaya sekolah –sekolah yang berada di gugus dan tentunya daya dukung dinas pendidikan kabupaten.
            Kami berasumsi bahwa semangatlah yang menjadi kunci utama , karena “semangat” menjadi gairah yang memberi aurora untuk melakukan yang terbaik. Kami pikir jika kegiatan ini merupakan gengsi akademik mestinya setiap sekolah memikirkan : “pola rekrutmen, pola layanan, pola asuh dan asah, pola dukungan , pola manajemen serta budaya”.  
            Hal inilah yang menjadi kegundahan saya , yaitu “bagaimana pemberdayaan semangat nuansa akademik bisa menjangkiti para pendidik dan kepala sekolah” dalam seting OSN.  Diskusi baru terjadi tentang siapa yang menjadi delegasi OSN ke tingkat propinsi manakala telah ada pengumuman hasil OSN kabupaten.
            Berdasarkan data rekap hasil OSN tingkat Kabupaten penulis mendapatkan data sebagai berikut :
Tabel 1.1
Delegasi OSN SMPN Kab.Bandung
Sabtu, 8 Maret 2014 di SMPN 1 Margahayu
No.
Mana Siswa
Mpl
SMP
Hasil
Total Psrt
Keterangan
1
Muh. Thoriq
Mat
SMPN 1 Ciwidey 
51
249
1 (1 orang ) /1*
2
Nida Nabila
Mat
SMPN 1 Baleendah 
46
249
2( 1 orang)/2 *
3
Billy Tanadi
Fis
SMPN Bina Bakti Mhy 
55
243
1( 1 orang )/ 1 **
4
Rhanty Intan S
Fis
SMPN 1 Baleendah 
53.3
243
2( 1 orang)/2 *
5
Baiq Elfa Despira
Fis
SMPN  2 Cileunyi
48.3
243
3 ( 1 orang)/3*
6
Ari Wahadi
Bio
SMP KP Ciparay 
170
241
1 ( 1 orang )/1*
7
Edfitri M
Bio
SMPN 1 Pacet
156
241
2 ( 1 orang)/2*
8
Juan Sebastian W
IPS
SMP Talenta
58
244
1 ( 1 orang )/1*
9
M.Arsy Fajar
IPS
SMPN 1 Baleendah
57
244
2( 1 orang)/2 *
 ** Passing Grade Provinsi
* Ke OSN Provisi
Hasil tersebut bagi kami masih belum memuaskan jika ditinjau banyak delegasi dari sekolah yang berada satu gugus. Adapun rekap data yang kami cantumkan berdasarkan sekolah yang ada pada gugus kami adalah tercantum pada tabel berikut :
Tabel 1.2
Rekap Hasil 10 Besar Pencapaian nilai OSN Kabupaten 2014
pada Gugus 1 Kab. Bandung
NAMA SEKOLAH
Nilai Pencapaian
Jumlah
4 mapel
Mat
Fisika
Biologi
IPS
SMPN 1 BALEENDAH
46
53.33
150
57
306.33
SMPN 3 BALEENDAH
15
33.33
130
53
231.33
SMPN 2 BALEENDAH
26
16.67
140
46
228.67
SMP KALAM KUDUS
35
33.33
115
41
224.33
SMPN 2 Dayeuhkolot
15
31.67
130
47
223.67
SMP IT FITRAH INSANI 2
38
45
103
36
222
SMPN 1 Dayeuhkolot
25
31.67
107
23
186.67
SMP BPPI BALEENDAH
22
46.67
80
31
179.67
SMP SANDHY PUTRA
10
26.67
90
46
172.67
SMP AL-QONAAH
24
25
85
36
170

            Untuk sekolah yang terdaftar di gugus 1 kabupaten kabupaten , kami catat tabel sekolah yang mengirimkan peserta baru seperti berikut :
Tabel 1.3
Rekap peserta sekolah
No.
Jenis Sekolah
Sekolah
Yang Terdaftar
Di gugus
Sekolah
Yang mengikuti
OSN
Persentase
Keterangan
1
SMP Negeri
7 SMP
7 SMP
100 %

2
SMP Swasta
29 SMP
21 SMP
72 %

3
SMPN/S
36 SMP
28 SMP
78 %


            Sedangkan catatan statistika yang saya rekap seperti berikut :
Tabel 1.4
Rekap data hasil data nilai OSN Kab.Bandung 2014
Untuk sekolah yang berada di Gugus

Statistik
Mata Pelajaran
Mat
Fisika
Biologi
IPS
Jumlah SMPN/S
36
36
36
36
Sekolah yang mengirinkan
28
28
28
28
Terbesar
46
53.33
150
57
Terkecil
3
16.67
10
23
Rata-rata
19.28
29.26
72.41
39.66
Standar deviasi
10.79
8.27
36.13
7.17

            Sebenarnya data ini tidak ada maksud secara tendensius kepada sekolah manamun, tujuan saya adalah bagaimana bahwa kegiatan OSN ini dapat menjadi inspirasi guru mata pelajaran yang terlibat, bahkan saya sangat setuju jika kegiatan ini dapat menjadi agenda yang diseriusi baik oleh sekolah, oleh pengawas dan oleh unsur dinas , agar didorong bahwa kegiatan ini wajib diikutioleh semua sekolah yang berada di kabupaten bandung.
            Atas data statistik di atas , kiranya data ini dapat menjadi buah perhatian sebagaimana semangat kabupaten bandung dalam menjunjung “ peningkatan mutu “. Cukup menjadi bahan keprihatinan bagi saya ketika para delegasi O2SN ( prestasi olahraga ) gugus menjadi delegasi provinsi didukung oleh akomodasi yang memadai dibanding delegasi OSN, namun biarlah bahwa semangat akademis akan mendorong para pecinta OSN untuk terus bergerak dengan segala kondisi dan kemampuan yang ada.
            Hanya usulan saya adalah , barangkali jika kita menyiapkan dengan sungguh-sungguh dan  support bagi suasana akademis  maka akan memberi dampak signifikan terhadap hasil yang diperoleh siswa, sehingga usulan saya terhadap gugus adalah sebagai berikut :
1.      Gugus dapat memfasilitasi para guru di gugus 01 yaitu guru mata pelajaran yang di OSN-kan mendapat pencerahan oleh Team OSN Provinsi
2.      Guru mata pelajaran mendapatkan pelatihan dari pakar khusus tentang OSN setiap mata pelajarannya jauh hari sebelum kegiatan OSN tingkat Kabupaten.
3.      Dinas kabupaten dapat menginstruksikan pengiriman jadwal pembinaan peserta OSN dari tiap sekolah untuk memantau persiapan OSN kabupaten.
Ya tidak mudah untuk melaksanakan kegiatan tersebut, namun tidaklah tidak mungkin untuk memulai dan mencobanya., sekalipun keraguan muncul dengan pertanyaan “ tingkat input ( calon delegasi OSN) “ akan bergantung siapa yang akan menjadi delegasi di Kabupaten, tapi setidaknya adanya komunitas akan mendongkrak jumlah peserta yang menjadi delagasi kabupaten di tingkat provinsi.
Untuk kegiatan OSN Provinsi tahun ini berlangsung di Hotel Pesona Bambu Lembang Kabupaten Bandung Barat mulai hari Rabu tanggal 16 April 2014 sampai dengan Sabtu, 19 April 2014. Delagasi kabupaten Bandung menunggu di tempat dan bertemu team seorang ofisial dari Kabupaten Bandung. Selanjutnya para peserta mengikuti pembinaan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, H-1 mereka medapat soal post test sedangkan hari Sabtu 19 April 2014 tepat pukul 08.00-11.00 mereka melaksanakan tes OSNnya di tempat ruang berbeda sesuai dengan mata pelajaran.
Hal yang menarik bagi penulis adalah ketika melihat daftar peserta yang tertempel di pintu ruang lomba OSN, bahwa beberapa kabupaten lainnya dengan delegasinya tidak hanya dua orang setiap setiap mata pelajarannya, inilah yang menjadi keprihatinan selanjutnya. Betul OSN bukanlah UN tapi momen semangat keilmuan yang harus menjadi waktu wajib berkiprah dan berpartisipasi atau jika mungkin berprestasi.
Gambar 1.1
Daftar Peserta OSN Kab.Bandung dan Kabupaten/Kota lainya
Sebelum pulang para peserta dan ofisial kabupaten berfoto membawa map sertifikat dan uang transportnya, banyak harapan bahwa mereka bisa bertemu kembali di Padang bulan Juni mendatang dan tentunya dengan pasinggrade Nasional.
Gambar 1.2
Foto Bersama Pembimbing sekolah
Team OSN Kabupaten Bandung
menjelang pulang.

Banyak kabupaten yang perseta OSN-nya tidak hanya 8 orang ( karena standarnya dua orang per mata pelajaran untuk empat maple ), ada 22 orang, 20 orang . Dan itu menjadi bahan renungan bagi OSN Kabupaten Bandung.

Gambar 1.3
Peserta OSN Kabupaten/Kota lainya
Berfoto bersama

Pukul 14.00 acara tuntas , anak-anak bergembira membawa map, sertifikat, amplop , soal dan modul hasil latihan pembinaan. Kami saling mengucapakan perpisahan dan pulang dengan kendaraan masing-masing. Di kendaraan pulang anak bercoleteh tentang soal, tetang materi yang belum diajarkan kami, tentang penilaian kepada peserta dari kab/kota lain yang seolah lebih siap. Sementara kami berbagi pula dengan Pembina-pembina kabupaten lainnya yang telah mengembangkan pola pembinaan model kabupatenya masing-masing.

Gambar 1.3
Kontingen Cimahi Yang Berseragam Orange
Pulang menuju kamarnya.

Sungguh pengalaman yang menjadi cambuk dan pelajaran bagi kita semua, walau tantangan budaya menjadi harapan dan kreatifitas bagaimana mensikapinya. Semoga OSN menjadi ajang nuansa akademis bagi para pendidik. Amin.    

Selasa, 18 Februari 2014

Bedah SKL Matematika SMP



Bedah Standar Kompetensi Lulusan Matematika Sebagai Upaya
Meningkatkan Percaya Diri Bagi Kita Semua
Oleh
Endag Setia Permana,S.Pd
Fasilitator MGMP Matematika Gugus 1 Kab.bandung

            Suatu saat saya sering ditanya apakah saya setuju dengan adanya UN.  Pernah saya menunggu mengikuti perkembangan diskusi UN di media elektronik, bahkan memprediksi bahwa UN mungkin pada tahun itu tidak dilaksanakan.  Saya sampai terlena dengan asumsi tersebut,  karena sementara polimik berkembang terus di media elektronik , sedangkan  pergerakan sosialisasi di lapangan terus berlangsung. Pada akhirnya regulasi UN terbit dan sekolah harus melaksanakan UN tersebut.  Pengalaman ini menjadikan pelajaran bagi penulis, sehingga penulis berpendirian : “Daripada terjebak polemik berkepanjangan lebih baik , guru melakukan tugas professional dalam menyiapkan anak didik  menjadi percaya diri ketika mengikuti Ujian Nasional”.
            Catatan pelaksanaan jam khusus pemantapan baik dari guru maupun siswa pernah mempertanyakan dan berdiskusi berkaitan dengan UN. “ Mengapa kelulusan seorang anak yang telah menempuh proses tiga tahun dieksekusi hanya oleh durasi empat kali 120 menit dan 180 soal selama empat hari ?” . Penulis hanya kembali mempertanyakan tersebut dengan pertanyaan balik, “ Apakah persiapan untuk mengerjakan 180 soal tidak cukup dalam waktu tiga tahun?” . Bukankah kisi-kisinya sudah diberikan . Tinggal upaya kreativitas dan inovasi semua pihak dapat dilakukan melalui kegiatan bermakna , sistematis dan tepat sasaran.
Konon katanya “ kegiatan UN “ merupakan salah satu aktivitas yang memicu adrenalin lebih besar secara nasional. Gejala ini akan tampak pada berbagai lapisan. Seiring mendekatnya hari-H UN maka semakin banyak orang tua menjadi panik, anak mengalami depresi, guru terbebani oleh rasa khawatir berlebihan, sekolah makin cemas kalau ada siswa yang tidak lulus atau jika nilai rata-rata UN-nya anjok yang mengakibatkan posisi peringkatnya lebih rendah dari posisi tahun sebelumnya. Hal ini merupakan kondisi dan atmosfir buruk bagi pendidikan , merugikan dan bisa menjadi kontra produktif. Kecemasan merupakan bagian anugrah Tuhan dalam keadilanNya. Manusia yang dibekali akal , rasa dan kehendak dituntut melakukan tata kelola terhadap anugrah tersebut secara sehat, positif dan konstruktif. Ia tinggal mengelola kecemasan tersebut menjadi tantangan bagi bahan pemecahan masalah yang harus dicarikan solusinya. Komunitas intelektual dapat diberdayakan secara bersama-sama agar mendorong setiap komponen pendidikan melakukan upaya dan aksi nyata secara tepat sesuai dengan kapalitas dan kapasitasnya masing-masing.
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Perkembangan UN dari zaman ke zaman di Indonesia mengalami banyak metamorfosa dan telah beberapa kali diganti formatnya. Adapun perkembangannya adalah sebagai berikut dibawah ini :
No.
Tahun
Uraian
Catatan
1.
1965-1971
Sistem ujian dinamakan sebagai Ujian Negara.

Hampir berlaku untuk semua mata pelajaran, semua jenjang yang ada di Indonesia, yang berada pada satu kebijakan pemerintah pusat.
2.
1972-1979
Pada tahun itu, Ujian Negara ditiadakan, lalu dirubahmenjadi Ujian sekolah. Sehingga, sekolah lah yang menyelenggarakan ujian sendiri.
Semuanya diserahkan kepada sekolah, sedangkan pemerintah pusat hanya membuat kebijakan-kebijakan umum terkait dengan ujian yang akan dilaksanakan oleh pihak sekolah.
3
1980-2000
Pada tahun tersebut, untuk mengendalikan, mengeva-luasi, dan mengembangkan mutu pendidikan, Ujian sekolah diganti lagi menjadi Evaluasi Belajat Tahap Akhir Nasional.
(EBTANAS).
Dalam EBTANAS ini, dikembangkan perangkat ujian paralale untuk setiap mata pelajaran yang diujikan. Sedangkan yang menyelenggarakan dan monitoring soal dilaksanakan oleh daerah masing-masing.
4
2001-2004
EBTANAS diganti lagi menjadi Ujian Akhir Nasional (UNAS)..
Hal yang menonjol dalam peralihan dari EBTANAS  menjadi UNAS adalah  dalam penentuan kelulusan siswa, yaitu ketika masih menganut sistem Ebtanas kelulusan berdasarkan nilai 2 semester raport terakhir dan nilai EBTANAS murni, sedangkan dalam kelulusan UNAS ditentukan oleh mata pelajaran secara individual

5
2005-2009
Terjadi perubahan sistem yaitu pada target wajib belajar pendidikan (SD/ SMP/SMA) sehingga nilai kelulusan ada target mini-mal.

6
2010-Sekarang
UNAS diganti menjadi Ujian Nasional (UN).
Untuk UN tahun 2012, ada ujian susulan bagi siswa yang tidak lulus UN tahap pertama. Dengan target, siswa yang melaksanakan UN dapat mencapai nilai standar minimal UN sehingga mendapatkan lulusan UN dengan baik. Tahun  2013 tidak ada ujian susulan . Pemerintah dan sekolah menetapkan batas rata-rata kelulusan. Terdapat pembobotan nilai Raport semester 1 sd 5 serta Ujian Sekolah dan Ujian Nasional

Perkembangan dan pembahasan pelaksanaan UN menjadi polemik antara pro dan kontra hangat baik pada masyarakat  awam, praktisi, birokrat, , akademisi, bahkan  organisasi profesi non pemerintah. Sebagai guru hanyalah menjalankan agenda nasional tersebut dan mengawalnya menjadi kegiatan bermakna dan berhasilguna bagi semua pihak.
Posisi guru yang strategis dapat menjadi bagian komponen pendidikan dalam menkontribusi solusi masalah tersebut. Pada dasarnya guru dapat menyiapkan bahan yang baik pada saat kegiatan kbm maupun kegiatan pemantapan yang mampu secara ramah melayani kebutuhan siswa yang beragam .
Bagaimana guru melakukan persiapan Ujian Nasional dari tahun ke tahun, mungkin banyak cara dan strategi yang telah dikembangkan masing-masing berdasarkan asumsi dan teorinya masing-masing.
Sebagai penulis pernah melakukan hal-hal sebagai berikut :
1.      Mendokumenkan soal UN setiap tahunnya .
2.      Melengkapi soal UN semua paket dan membahasnya.
3.      Melakukan bedah SKL dan menyusun soal latihan sebagai pengembangan indikator atau memprediksi soal yang mungkin muncul.
4.      Melengkapi buku-buku sumber yang memuat pembahasan soal UN dari tahun ke tahun.
5.      Menyusun buku latihan UN yang dikelompokkan berdasarkan indikator dari beberapa tahun.
6.      Mengikuti pelatihan yang membahas materi-materi pilihan UN

Kegiatan bedah SKL yang dilakukan pada tahun ini dapat berfokus pada  menganalisis prilaku belajar siswa dalam mengerjakan soal UN baik dalam forum MGMP sekolah maupun MGMP Gugus. Basis paradigma yang dikembangkan tidak sebatas bagaimana soal dikerjakan tetapi bagaimana guru mengintervensi anak yang lambat mengerjakan soal dibanding teman-temannya serta upaya memberdayakan teman sebaya sebagai bahan penguat intervensi belajar melalui kegiatan teman sebaya.
Kajian soal-soal ujian Nasional oleh guru mata pelajaran UN banyak dilakukan baik dalam bentuk latihan yang diadakan oleh pihak dinas atau sekolah. Bahkan para penerbit mampu melihat peluang tersebut dengan memfasilitasi para penulis buku tentang kiat sukses menghadapi ujian nasional. Buku-buku tersebut banyak tersebar di toko buku atau pusat penjualan buku beberapa bulan menjelang UN dilaksanakan.
Guru yang tergabung dalam MGMP Gugus dapat secara bersama-sama melakukan kajian tersebut. Kegiatan ini bisa muncul karena motivasi guru dalam melakukan inovasi dan kreatiativitasnya sebagai tuntutan pihak ekternal ataupun internal guru itu sendiri. Pada akhirnya bentuk akhir sebagai produk intelektual guru-guru tersebut dapat dijadikan bekal guru dalam pembelajaran matematika di kelas pada saat jam kbm biasa atau khusus ( pemantapan ).
Berikut langkah-langkah bagaimana membedah SKL UN Matematika yang dapat menjadi alternatif dan bahan masukan khususnya bagi guru matematika SMP dimanapun, antara lain sebagai berikut :
1.      Menelaah POS UN untuk menghitung mundur waktu pelaksaan UN sebagai bagian rencana dalam menetapkan jadwal program.
2.      Mencatat jadwal kegiatan Latihan Ujian Nasional yang akan dilaksanakan oleh sekolah dan memetakan waktu untuk melaksanakan program pemantapan , bisa individu ataupun sekolah.
3.      Mengkaji SKL secara mendalam dengan memetakan SKL tersebut ke wilayah-wilayah bahan ajar tingkatan kelas ( Kelas 7, Kelas 8,Kelas 9 ) atau kelompok bahan ajar KTSP ( aritmetika, aljabar , geometri, statistika dan peluang ). Guru dapat pula mengembangkan indikator turunan dari indikator yang ada.
4.      Menelaah dan mengkaji soal dari master soal UN tahun lalu , selanjutnya menganalisis satu sampel soal dalam hal aspek kognitif soal ( Taksonomi Bloom ), Tingkat kesukaran, Level dasar berpikir matematika , menganalisis prediksi mengerjakan soal oleh anak, menyusun materi prasarat yang menjadi pondasi pengerjaan soal-soal tersebut.
5.      Mengupas soal-soal satu persatu baik berurutan maupun acak sesuai kepentingan dengan melakukan sebagai berikut :
a.       Guru mengerjakan soal dengan caranya sendiri
b.      Guru melihat kembali pengerjaannya selanjutnya memikirkan alternatif cara mengerjakan dengan cara yang berbeda.
c.       Guru menganalisis dan memprediksi cara yang familiar bagi anak.
d.      Guru menganalisis langkah-langkah yang akan dilakukan anak dalam mengerjakan suatu soal dengan memperhatikan kemungkinan cara berpikirnya
e.       Guru menyusun materi prasarat sebagai jembatan bahan pengerjaan soal menjadi mudah bagi anak.
f.       Guru mempersiapkan soal yang setipe sebagai asumsi “ dalil kontars” dan “ dalil variasi “.
g.      Guru dapat mengembangkan analisis kesalahan dari pengerjaan soal yang dilakukan anak.
h.      Guru dapat mengembangkan daftar pertanyaan wawancara dengan anak berkaitan kendala yang dihadapi maupun bantuan diperlukannya.
6.      Melihat progress hasil belajar baik secara mendalam maupun umum dengan menggunakan data hasil latihan ujian nasional skala nasional , skala sekolah ataupun tugas-tugas mandiri yang diberikannya.
7.      Mengevaluasi dan mendokumenkan pembahasan soal-soal sebagai bekal bahan belajar menghadapi UN.

Hal menarik dari respon guru dalam melakukan inovasi ini adalah alasan yang mendukung asumsi bahwa input siswa yang menyedihkan membuat pesimis para guru. Sebetulnya ini bisa menjadi pilihan dalam aksi bagi guru, apakah memilih tidak melakukan apapun atau bekerja sekecil apapun yang dapat dilakukan. Kita tidak mungkin menghindar dari masalah yang ada, sebab jika masalah dihindari maka gap masalah makin menjadi, tetapi jika kita kupas tuntas maka terbukalah kotak hitam misteri.
Bagi guru ini bukanlah pekerjaan yang mudah , tetapi sangat mungkin dilakukan. Kita masih percaya akan pepatah sehari sehelai benang maka setahun sehelai kain, sedikit-sedikit menjadi bukit.  Guru dapat melakukan secara kolaboratif dengan teman sejawat atau pengawas pembina sekolahnya masing-masing dalam melakukan bedah SKL.  Modal kita adalah bahwa produktifitas dan inovasi guru akan berbanding lurus dengan motivasi dan kinerjanya. Tinggal niat kita saja , apakah ini akan kita dijadikan “hasrat ( fasion)” atau peluang yang kita lewatkan begitu saja.
Selamat menganalisis.
 

Bukber Jeung Syukur

  Majalaya, 28 Maret 2025 Assalamualaikum Wr. Wb. Mangga urang sami-sami manjatkeun puji sareng syukur ka Allah SWT, nu di mana dina kasempa...