Rabu, 12 Agustus 2020

"Buah Hatiku Sang Petualang " Oleh Siti Susanti,S.Pd

      Semuanya berawal dari  kebiasaan perasaan bosan dan mudah jenuh yang dirasakan buah hatiku, dan ini menjadi bagian dari spectrum autism yang dialami putra kami. Sejak mulai bisa berjalan usia 2 tahun petualangannya telah dimulai. Buah hatiku selalu ingin main keluar kapanpun dia mau, tidak  mengenal waktu. Saat itu Buah Hatiku selau mencari masjid dia menyukai kubah yg menjadi ciri khas bangunan masjid. Sampai-sampai sekampung dijelajahinya, dimana setiap ada masjid atau mushola selalu didatangi hanya untuk main dan melihat kubahnya saja.

     Seiring bertambahnya usia petualangannyapun beralih. Saat itu dia menyukai sesuatu tempat yang terlihat luas, berupa pemandangan atau pelataran seperti pesawahan yang menghampar. Jika sudah muncul hasrat mengngunjingi maka tidak bisa dilarang walaupun tempatnya jauh dari tempat tinggal kami, sehingga kalau kami sedang lengah dia akan pergi begitu saja, itulah kondisi dimana kesabaran kami orang tua diuji.

     Masih tentang petualangan, yang pertama masjid selanjutnya pemandangan luas dan kali ini Buah Hatiku suka melihat kanopi, dimana ada kanopi maka disitu ada Buah Hatiku entah di depan rumah siapapun, mau jauh atau dekat pasti dia mengunjunginya. Dia sangat menyukai kanopi berwarna biru. Kami semua sampai kelelahan saat mengasuhnya, apalagi kakaknya yang suka bete kalo disuruh nyusulin Buah Hatiku, karena keseringan.

     Dunianya belum berhenti  sampai disini setiap kali mengikuti jadwal terapi saat itu di RS Al- Ihsan kebetulan Ruang Psikologi ada di lantai 3 maka Buah Hatiku tidak mau naik lift maunya pakai eskalator terus ingin bolak balik  walaupun dia agak takut dan dilakukan sampai tiba gilirannya terapi saat mendapat pangglan oleh petugas di ruang tersebut. Hm... lumayan bikin cape dan khawatir bagi kami selaku ibunya. Perputarannya bikin terpaku dan anak autis harus dialihkan dari keterpakuannya. Ada momen saat itu kami nonton bersama di Jatinangor Town Square ( JATOS )  Buah Hatiku liat eskalator langsung ajah stay didekatnya  dan tidak mau beranjak kemana-mana, gemes ga sihh... kebayang kan. Dan besok-besoknya bila ada kesempatan kami lengah dia pergi kataya “ Mau ke JATOS  liat eskalator ”..duuhh gimana ini kami lelah sangat. Buah Hatiku suka setiap eskalator bahkan dia nanya-nanya kepada kami, “ Mah belinya dimana yah ? Terbuat dari apa bahannya yah ?  Nanti Aa ingin pasang dirumah, boleh khan...”. " Aa dirumahnya mau pakai eskalator biar ga cape”  katanya. Sampai sekarang dia masih menyukainya tapi keinginan tersebut bisa dikendalikan dan diarahkan. Dan masih ada lagi cerita petualangan Buah Hatiku yang lainnya.

      

        Kami pikir disinilah tanggung jawab seorang ibu  sebagai “ madrosatul ula/ pendidik pertama”  menjadi tuntutan yang ekstra. konsekuensinya sepertinya kami harus lebih sigap, extra perhatian dan juga kuat lahir bathin. Begitupun ayah yang selalu mensuport walaupun tidak bisa mengasuh full karena ada kewajiban lain yang menjadi porsinya sebagai seorang kepala keluarga. Karena kami merasa suka keteter dalam pengasuhan, maka kami putuskan untuk mencari asisten rumah tangga yang membantu pekerjaan saya khususnya, jadi saya fokus ke pengasuhan Buah Hatiku sementara urusan pekerjaan rumah ada yang handle. Dan perjuangan kami masih harus berlanjut sampai usia 15 tahun dengan intensitas perlahan  berkurang.

     Saat itu kami selalu ada masalah dengan kunci pintu depan, ya kunci. Kenapa? karena  kami selalu kelelahan mengejar Buah Hatiku ketika pintu selalu kami kunci dan terkadang suka lupa nyimpen kunci dimana dan selalu ketahuan sama Buah Hatiku akhirnya lolos lagi, MasyaAlloh. Kalau tidak ketemu kunci dia keluar lewat jendela sampai-sampai semua jendela rumah kami rusak karena sering dipakai Buah Hatiku keluar. Diapakai kawat dia juga bisa buka dengan memakai tang, luar biasa anak ini kemaunnya keras. Padahal kami berupaya membangun rumah cukup luas supaya ruang untuk anak-anak tidak membosankan dan tidak sumpek. Dan puncaknya adalah saat Buah Hatiku kls 5 Sekolah Dasar. Saat itu menjelang magrib saya sedang  mengerjakan tugas kuliah dan kunci ruang samping lupa tidak saya pegang dan akhirnya Buah Hatikupun bisa keluar rumah, karena saat itu tanggung adzan magrib kami shalat magrib dahulu dan setelah itu kami bagi-bagi tugas mencari Buah Hatiku beserta saudara juga, kami memberitahukan kepada mereka  dan agar membantu mencarinya. Tak habis pikir maka kami berusaha sampai melibatkan staf kantor ayahnya juga. Tapi sampai jam 24.00 kami belum mendapat kabar juga, akhirnya kami memutuskan untuk istirahat saja dahulu. Namun sampai pagi pun  Buah Hatiku belum ada kabarnya juga. Persaan kami mulai bercampur aduk mulai sedih, bingung, kesel takutnya ada hal yang tidak diinginkan, tajut gimana-gimana gitu.... karena selama ini kalau kabur selalu tersusul atau ketemu., paling malam juga jam 21.00 sudah ada dirumah atau  kadang-kadang ada yang mengantarkannya ke rumah kami. Yang bisa kami lakukan saat itu hanya berdo'a, dan memasrahkan semua pada yang Maha Menciptakan Buah Hatiku.

     Pagi, siang, sorepun  berlalu belum ada kabar juga sampai jam 16.30, saat itu ada tetangga yang kebetulan mau berangkat ke Ciparay katanya menemukan Buah Hatiku di daerah Patrol Balekambang menuju Majalaya. Awalnya Buah Hatiku tidak mau diajak pulang bareng namun karena terlihat haus dan cape kata tetangga tersebut mengajak dia jajan ke minimarket akhirnya dia mau dan bisa diajak pulang bareng. Alhamdulillah bisa pulang, dengan wajah yang lusuh dan kelelahan..duuh Buah Hatiku ada-ada saja.

    

       Kami mencoba berkonsultasi ke psikolog tentang kebiasaan seringnya Buah Hatiku pergi berpetualang tanpa tujuan. Analisa psikolog tersebut mengatakan bahwa Buah Hatiku memiliki kekuatan di kaki, dia kuat berjalan jauh dan kemauannya sangat kuat untuk mengeksplore sesuatu yangg ada diimajinasinya. Beliau menyarankan agar Buah hatiku harus diarahkan seperti mengikuti club hiking, atau tantangan yang berhubungan dengan kemampuannya .

     Setiap dia jenuh ingin keluar biasanya sebelumnya suka cerita " Aku mau kesini liat ini"  sebagai contoh bila pernah melewati suatu tempat, atau berkunjung ketempat  yang disukai dia akan mencoba datang kembali kesana walaupun jauh dan harus jalan kaki..waktu itu pernah diajak ke undangan sama ayahnya di Jatinangor BGG. Yang merupakan lapangan golf rumput hijau luas dan Buah Hatiku suka tempat itu...alih-alih setiap ada kesempatan, kami lengah dia ingin selalu menuju kesana berkali - kali seringkali kami menyusulnya sampai Rancaekek, bahkan hampir Cileunyi...hujan sudah biasa kami lalui saat harus tiba-tiba menyusul Buah Hatiku..malam bahkan subuh sekalipun. Alhamdulillah  syukur padaMu ya Rabb yang senantiasa memberi kesehatan kepada kami, walau kadang-kadang saya merasa futur.

     Kami selalu saling menguatkan semuanya akan segera berlalu dan perilaku Buah Hatiku bisa lebih baik dan terarah lagi. Segala upaya yangg bisa dilakukan kami coba, seperti terapi, konsultasi, sekolah, dan menjaga makanannya dengan ketat, walaupun terkadang dia suka jajan diam-diam makanan yang seharusnya tidak dikonsumsinya.

     Ikhtiar dan  do’a senantiasa kami panjatkan dan biidznillah sekarang Buah Hatiku mulai mengerti dengan berbagai impack dari perilaku yang positif seperti apa, yang negatif seperti apa.... slowly but sure mulai bisa dirarahkan walaupun harus banyak kerja keras lagi dan sabar kuncinya....biar hatinya lembut dan bisa memahami keadaannya.

     Untuk Buah Hatiku memang harus mengenal aturan dengan jelas dan tegas tetapi tetap memberi pengertian bahwa semuanya dilakukan untuk kebaikannya...kami selalu bangun kepercayaan dirinya " kamu hebat Aa, kamu bisa yah, dan kamu sholeh “.

    Kami ajarkan Buah Hatiku untuk bertanggungjawab dengan apa yang dilakukannya, walaupun belum bisa maksimal seperti harapan tapi ada progres nyata. Kami selalu mearik hikmah dari pelajaran tersebut. Bagi kami “ Setiap kita diberi peran masing-masing sesuai kapasitasnya, maka apapun perannya maksimalkan lah usahamu., lejitkan potensi diri dengan melaksanakan amanah dengan ikhlas dan senang hati”. Kami berkeyakinan bahwa salah satu cara kita menjemput hidayah itu adalah dengan mengambil amanah yang baik. Jika kita diberi amanah yang baik, terimalah karena kalau menolak atau tidak serius menunaikan amanah itu, artinya kita sedang membuang kesempatan untuk mengupgrade diri dan menjadikan diri lebih dekat lagi pada Allah. Amanah sekecil apapun akan terasa berat seperti membawa gunung ketika diiringi dengan keterpaksaan dan penuh keluh kesah. Sedangkan amanah yg berat akan terasa ringan jika diiringi dengan hati yg ikhlas dan penuh harapan. Membersamai amanah dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan semoga segala yang tercurah bisa menjadi catatan amal baik untuk kita .. Aamiin

       “ Jika bisa jadi orangtua luarbiasa kenapa harus biasa biasa aja” .Salam tangguh buat orang tua.

                                                                                                            Majalaya, Juni 2020

Selasa, 10 Maret 2020

Membuktikan Volume Kerucut melalui Volume Tabung



Ini bagian model belajar dengan praktek , tidak mudah tapi mereka akan memiliki kekayaan pengalamn untuk merencanakan, mengeksekusi adegan dan menyusun finalisasinya. patut diapresiasi walau belum profesional dan masih prilaku sebagai anaknya. selamat menonton


Selasa, 04 Juni 2019

Perjalan kecil menuju tempat kerja

Semenjak riuh pinger print di-gong-kan , walaupun tempat kerja kami mengenalnya lebih awal , dulu sebelum beberapa tahun ke belakang tidak aneh. Dalih yg disampaikan saat itu di komitmen tempat kerja kami baru sebatas " berlatih", " bukti otentik hadir" yg hanya meminta kesadaran . Saat itu hanya melihat hari tanpa memperhatikan jam datang atau pulang. namun tak sedikit beberapa rekan berkomitmen bahwa kehadiran adalah bagian etos kerja yg perlu dibangun melalui konsistensi 06.45 hingga 14.00. Beberapa rekan ada yg lupa atau tak acuh. Namun ada juga yg berkesulitan karena divicenya tak mampu mendetak biometri jari karena bawaan, kulit jari yg sensitif atau rusak karena kegiatan sehari.

Sekarang tidak bisa tawar menawar pokoknya 07.00 hingga 15.00 kita kita harus teregister datang atau pulang. Akan sangat bergantung institusi bagaimana membangun aturan atau budaya kinerja karenanya. Bisa kebijakan top down melalui program2 smart berbasis lokal dan kearifan atau usulan alamiah buttom up pembudayaan, semua berproses dan belajar dari pengalaman.

Namun yang menarik bagaimana pukul 07.00 teng dikejar dari setiap hunian para pekerja , ada ruang titik awal dan titik akhir tujuan. Dari rumah ke tempat kerja dengan perhitungan kecepafan berapa yg alan digunakan , entah kendaraan pribadi atau umum. 

Keunikan perjalanan menuju tempat kerja sepanjang jalan jala kita temui secara rutinitas melalui kesadaran atau tak acuhkan. Pilihanya berbeda sesuai pribadi masing-masing. Ada spot dan personal terperhatikan , misalnya saja jembatan menuju pintu gerbang komplek kami. Pagi sekali setidaknya ada pak pengamen tua berbekal ukulele usia 60-an menggenjrengkan dan duduk di bahu jalan jembatan entah jam berapa akan beroperasi atau ke daerah mana hari ini akan dituju. Sebelah sananya jalan menurun kurang 10 meter telah duduk sepasang suami istri di bahu jalan menuju gerbang komplek , sang suami yang buta didampingi istri bermasker menggelar alas duduk bersila dan bersimpuh mengharap rasa kasih dari para warga yg melewatinya. Entah sampai kapan dilakukan dan dari mana ia datang. Di mulut gerbang dua orang paruh baya yg satu memakai rompi hijau muda terang bermodalkan peluit dan gerakan tangan mengatur laju lalu lintas kendaraan keluar masuk komplek. Disampingnya sang bapak tua berpatner satu dikanan satu dikiri membagi mulut gerbang selbar kurang lebih 10 meter. 

Setelah lewati SPBU yang tepat di simpang tiga beberapa meter menuju perjalanan ke tempat kerja ada yg selalu berdiri di tengah jalan jalan berbekal kain kenutup mulut dikirinya dipegang rambu sebrang dan peluit di mulut dibunyikan mengatur para siswa menyebrang atau orang tua pengantar anaknya demikian para gurunya baik yg searah atau sebaliknya. Ia akan selalu ada memberi layanan dan bekerja sebelum jam 7.00 karena mungkin jam tersebut anak pelajar sudah reda dan ada di sekolah sd tersebut. Satu belokan yg ramai menuju jalan ciparay/majalaya atau banjaran bandung sang pengatur jalan menjaga keruti annya mengatur mobil motor yang belok baik menuju bandung atau banjaran.

  1. Semua para pekerja yg rutin dan hadir sebagai bagian kehidupan yang tak terikat gaji pemerintah namun bersandar pada rizki Tuhannya. Mungkin saja tak pedulikan pinger print yg memiliki kadar kepatuhan atau bahkan kemirisan. Semoga kita bersyukur karenanya perjalanan dari rumah menuju tempat kerja sebagai bagian mengabdi pada negeri beribadah pada Tuhan.

     Baleendah, 4 Juni 2019.

Selasa, 23 April 2019

Literasi 21

Assalamu'alaikum.

Lama rasanya tak bersua di dunia maya , tukar pikiran mengamati kehidupan . Kehidupan yang lebih spesifik pada dunia praktisi pendidikan.

Sahabat, trend literasi gandrung di dengungkan selalu dibahas dan diceritakan mulai dari hal yang tak pas sampai temuan yang dinilai inovasi, biarlah karena pikiran waras yang bebas namun bisa rasional karena naluri akal sehatmemperkaya sudut pandang dan pola pikir.

"Literasi" secara prktek sederhana kita coba kaitkan dengan prilaku anak-anak menyelesaikan bacaan pemecahan masalah dengan tuntas. Liat sekali dari soalnya mungkin belum konek tapi coba lihat kembali baca seksama dan dicerna, kemudian menemukan point atau kunci yang dapat dipakai membantu memandu schema pengetahuan kita menghubungkan dari pengalaman dan memory jangka panjang. Akan nampak terbuka kemana arah soal dan finalisasi menyusun strategi, mulailah otak semakin giat bekerja menyelesaikan satu persatu dengan langkah menuju jawaban. Hingga selesai menyimpulkan atau memecahkan masalah. Ketika diulang kembali untuk dituliskan langkah-langkah tersebut munculah alternatif / variant strateginya bahkan memprediksi varient error. Disanalah proses berlitersi terjadi, dalam praktek penyelesaian masalah oleh siswa ketika menyelesaikan soal cerita pemechan masalah.

Lain budaya lain pola pikir demikian pengalaman juga mempengaruhi, tak jarang ditemukan pula gejala anak jika menghadapi soal untuk dipecahkan sudah terlontar "pusing, nggak ngerti" bahkan " tahu ah gelap , atau MALAS ah ". Tapi tak sedikit ditemukan pula anak-anak kita yang begitu semangatnya walaupun waktu ujian selesai , diluar masih membicakan jawaban dan langkahnya, sungguh luar biasa mereka antusias membicarakannya, sekal-kali tawa teriak atau sedih berkaitan kesepakatan jawaban antara jawaban miliknya dengan bahaan bersam temanya. Tidak apa kita harus menerima keragaman mereka, dan selalu berharap tradisi literasi akan semakin meningkat dan intens dalam praktek-prektek kehidupan. 

Teruslah berliterasi mengasah akal, penuhi dengan rasa ingin tahu dan mencari jawaban , jika telah menemukan jangan lupa uji kebenarannya, semoga budaya literasi menunjang pada kehidupan masa depan, sebab Nabi kita telah mengajarkan nya di abad ke-14 dengan " IQRA-nya".  Jangan lupa Tuhanmulah yang mengajarkan, semangat mencari kebenaran dalam mengarungi perubahan zaman.

Wasslamu'alaikum. 
Baleendah, 24/04/2019

Rabu, 21 Oktober 2015

Salam MGMP Matematika
Berbagi menempa diri memberi kebaikan ke sesama.

Bagi rekan seprofesi ada beberapa cara dalam mengembangkan kemampuan menyusun bahan ajar yang akan digunakan di kelas. Berikut saya tampilkan beberapa bahan yang mungkin dapat digunakan sebagai refernsi. Ada beberapa bagian yang saya cupilik dari Buku Sekolah elektronik khususnya latihan soal-soalnya. Oh ya materi yang saya tampilkan tentang peluang. Semoga bermanfaat !



Teori Peluang
A.      Pendahuluan
Ketika kalian akan memulai menonton suatu pertandingan biasanya wasit memberikan kesempatan kepada dua team untuk memilih suatu permainan mulai dari tim mana, maka ia biasanya melakukan pilihan dengan mengundinya dengan menggunakan tos sebuah uang logam. Halini dilakukan karena pilihannya memiliki peluang yang sama.
Kata peluang sebenarnya sudah kalian gunakan , misalnya ada seorang temanmu bertanya tentang kondisi cuaca kepadamu , “Apakah hari ini akan hujan ?”. Maka sebelum menjawab ia akan melihat langit dan memperkirakan kemungkinannya dengan melihat kecenderungan cuaca. Jika langit mendung mungkin kalian akan memperkirakan bahwa peluang turun hujan sangat besar, tetapi jika cuaca cerah maka peluang hujan sangatlah kecil. Namun seberapa besar ? Mungkin 50 % mungkin kurang atau mungkin lebih.
Makna peluang sebetulnya sering dihubungkan dengan suatu percobaan atau peristiwa yang menjadi focus pembicaraan . Pernahkah kalian bermain monopoli atau ludo, ular tangga?
Perhatikan peta konsep yang akan dipelajari.
B.      Schema








C.      Teori
Sarat suatu percobaan yang baik adalah percobaan yang melibatkan benda yang homogenya bentuk, bahan dan ukurannya ( misalkan melambungkan sebuah uang logam akan cenderung menghasilkan suatu sisi tertentu jika salah satu sisinya ditempel kan label ).
Suatu percobaan melambung sebuah uang logam akan menghasilkan peristiwa munculnya sisi Angka (A) atau sisi gambar (G). Dua kemungkinan ini disebut sebagai semua kejadian yang mungkin atau ditulis sebagai ruang sampel dengan lambang S. Sehingga S = { A, G }. Demikian juga pada peristiwa melempar sebuah dadu maka S= { 1, 2, 3, 4, 5, 6 }. Setiap anggota dari ruang sampel disebut titik sampel. Jika kita diminta menentukan titik sampel dengan peristiwa tertentu misalnya titik sampel melempar sebuah dadu dengan mata dadu ganjil maka kita akan menyebutkannya : 1, 3, dan 5. Jika peristiwa tadidimisalkan peristiwa A , maka kita dapat menulisnya S ={ 1, 2, 3, 4, 5, 6 } , A= { 1,3, 5}, n(S) =6 sedangkan n(A)=3
Banyak cara menentukan ruang sampel untuk suatu percobaan diantaranya dengan metode skema atau table.
Buatlah ruang sampel dari percobaan berikut !
Soal 1 : Percobaan melambung dua buah uang logam.
Soal 2: Percobaan melambung tiga buah uang logam.
Soal 3: Percobaan melempar dua buh dadu .
Soal 4 : Percobaan mengambil kelereng yang disimpan dalam kaleng dengan gambar sebagai berikut !


 



Soal 5 : Percobaan mengambil seperangkat kartu dengan huruf capital pembentuk kata “MATEMATIKA”.
Soal 6 : Tentukan titik sampel dari peristiwa soal 5 dengan huruf Vokal ?
Soal 7: Tentukan titik sampel dari peristiwa soal 3 dengan mata dadu berjumlah lebih dari 10!
Soal 8: Tentukan titik sampel suatu peristiwa soal 2 dengan dua mata uang merupakan gambar!

Menentukan nilai suatu peluang kejadian.
Nilai peluang suatu kejadian sebenarnya dapat dicari dengan suatu percobaan yang dipraktekkan. Semakin banyak praktek dilakukan maka nilainya akan mendekati nilai peluang.
Peluang suatu peristiwa A ditulis P(A), nilainya akan mendekati :
P(A)= =
 Jadi pada percobaan soal 4, maka jika A = { peristiwa terambilnya bola merah } maka
P(A) = =  = 0,25 = 25 %
P( bukan A ) =  ¾ =0,75 = 75 %
P(B) = 0 jika B = { perisitiwa terambilnya kelereng hitam }
P(C) = 1 jika  C ={ peristiwa terambilnya kelereng biru atau merah}
D.      Latihan Soal
Soal 9 :Tentukan nilai dari P ( Terambilnya kartu vocal dari huruf MATEMATIKA )? Lihat soal 6
Soal 10 : Tentukan nilai peluang dari P( munculnya jumlah mata dadu 10) ! soal 3.


Latihan Soal –soal

Materi MGMP Matematika Gugus1 Kab.Bandung ( 19 Agt 2015 )

Selamat datang di Forum MGMP Matematika Gugus 1 Kab. Bandung
Alhamdulillah di sela kesibukan guru matematika pada semester ini saya terdorong ingin berbagi tulisan berkaitan MGMP, Mungkin saya perlu berterimakasih kepada rekan sejawat di gugus 1 yang terpilih mengikuti pelatihan e-training pasca UKG. Sebagai data saya cantumkan rekan-rekan sebagai berikut:
Data E-tarining Pasaca UKG Matematika

No.
Nama
Angkatan
Nama Sekolah


1
Ika Santika Permana
2
SMPN 1 Baleendah

2
Thomas Laksana
5
SMPN 1 Baleendah

3
Titin Prihmana
4
SMPN 2 Baleendah

4
Agus Mokhamad
5
SMPN 2 Baleendah

5
Dudung AR
5
SMPN 2 Baleendah

6
Sukarto
5
SMPN 2 Baleendah

7
Darmawan Setiaji
5
SMP Plus Al Amanah

8
Eem Priati
5
SMP Telkom Bandung

9
Sofie Aryani Dewi
5
SMP Telkom Bandung

10
R. Dedi Mulyadi
4
SMPN 1 Dayeuhkolot

11
Idah Siti Rohidah
Base MGMP
SMPN 1 Dayeuhkolot

12
NANI SUMARNI
Base MGMP
SMPN 1 Dayeuhkolot

13
Kurnadi, S.pd.
Base MGMP
SMPN 1 Dayeuhkolot

14
Nurhaetin
1
SMPN 2 Dayeuhkolot

15
Ai Winarni
1
SMP AMS Pameungpeuk

16
Tatang Suryaman
4
SMPN 1 Pameungpeuk

17
Santoso
Base MGMP
SMPN 1 Pameungpeuk

18
Dwi Wuryaningsih
Base MGMP
SMPN 1 Pameungpeuk

19
DEDEN SOLIHIN AMd
Base MGMP
SMP Mutiara Sandi

20
SRI WAHYUNING S.Pd.
Base MGMP
SMP Gravitasi


Mudah-mudahan mereka memiliki pencerahan setelah melalui pola , asah dan asuh selama beberapa hari. Maksud saya mereka segera bergabung untuk melakukan kontribusi mengembangkan komunitas guru matematika smp di gugus 1 Kabupaten Bandung ini melalui wadah MGMP Matematika tingkat Gugus.
MGMP Matematika gugus 1 sudah sejak tahun 2006 melakukan kegiatannya dalam menyelenggarakan pertemuan rutin bersama-sama guru matematika. Dan sekarang masih berlangsung untuk melakukan pertemuan tersebut. MGMP Matematika Gugus 1 Kab. Bandung melakukan kegiatan pertemuannya di sanggar SMP yang disepakati yaitu SMPN 1 Baleendah Kabupaten Bandung.
Rekap sekolah yang tergabung dalam gugus 1 ini adalah sebagai berikut :
No.
Kecamatan
Banyak
SMP Negeri
SMP Swasta
Total
Sekolah
1
Baleendah
3
15
18
2
Dayeuhkolot
2
9
11
3
Pameungpeuk
2
4
6

Jumlah
7
28
35

Sedangkan sekolah-sekolahnya adalah sebagai berikut :
No.
Kecamatan
Nama Sekolah


1
Baleendah
SMP Al Qonaah

2
Baleendah
SMP Bina Negara 2

3
Baleendah
SMP BPPI Baleendah

4
Baleendah
SMP Gemah Baleendah

5
Baleendah
SMP Harapan Bangsa

6
Baleendah
SMP IT Fitrah Insani

7
Baleendah
SMP KP 1 Baleendah

8
Baleendah
SMP KP 2 Baleendah

9
Baleendah
SMP Muhammadiyah 6 Baleendah

10
Baleendah
SMP Mutiara Sandi

11
Baleendah
SMP PGRI Baleendah

12
Baleendah
SMP Plus Al Istiqomah

13
Baleendah
SMP Rancamanyar

14
Baleendah
SMP STMC 4245 Baleendah

15
Baleendah
SMP YPPI Baleendah

16
Baleendah
SMPN 1 Baleendah

17
Baleendah
SMPN 2 Baleendah

18
Baleendah
SMPN 3 Baleendah

19
Dayeuhkolot
SMP Garuda dayeuhkolot

20
Dayeuhkolot
SMP Gravitasi

21
Dayeuhkolot
SMPK Kalam Kudus

22
Dayeuhkolot
SMP Nurul Hidayah

23
Dayeuhkolot
SMP Pertiwi

24
Dayeuhkolot
SMP Plus Al Amanah

25
Dayeuhkolot
SMP Telkom Bandung

26
Dayeuhkolot
SMP YPI Pasawahan

27
Dayeuhkolot
SMP YPN Dayeuhkolot

28
Dayeuhkolot
SMPN 1 Dayeuhkolot

29
Dayeuhkolot
SMPN 2 Dayeuhkolot

30
Pameungpeuk
SMP AMS Pameungpeuk

31
Pameungpeuk
SMP Bina Bangsa Indonesia

32
Pameungpeuk
SMP PGRI Pameungpeuk

33
Pameungpeuk
SMP Taruna Bojongkunci Pameungpeuk

34
Pameungpeuk
SMPN 1 Pameungpeuk

35
Pameungpeuk
SMPN 2 Pameungpeuk


Untuk semester ganjil di tahun pelajaran 2015/2016 ini kegiatan MGMP telah dijadwalkan oleh Disidikbud Kabupaten Bandung. Adapun jadwal yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut :
No.
Pertemuan Ke-
Hari /Tanggal
1
1
Rabu, 19 Agustus 2015
2
2
Rabu, 7 Oktober 2015
3
3
Rabu, 9 Desember 2015

Waktu pelaksanaan mulai pukul 08.00-13.00 di Sanggar MGMP Matematika gugus 1, dengan asuhan pengawas Ibu Hj. Ika Surtika ,S.Pd,M.Si. sedangkan penguru-pengurusnya ,
                                Ketua : Endang Setia Permana, S.Pd,M.Pd. ( SMPN 1 Baleendah )
                                Sekretaris : Eem Priati,M.Pd ( SMP Telkom Bandung )
                                Bendahara : Tintin Kartini,M.Pd ( SMPN 1 Baleendah )
Rencana pembahasan materi pertemuannya adalah sebagai berikut :
Materi pertemuan 1
Perencanaan pembelajaran atau hal-hal yang berkaitan dengan erencanaan pembelajaran
Materi peremuan 2
Pelaksanaan/ model pembelajaran atau hal-halyang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran
Materi pertemuan 3
Penilaian pembelajaran atau hal-hal yang berkaitan dengan penilain pembelajaran

Alhamdulillah kegiatan pertemuan ke-1 dan ke-2 telah dilaksanakan, namun jumlah guru yang bergabung pada kegaiatan ini masih belum memuaskan. Pada kegiatan pertamama sekolah yang mengikuti mgmp masih 20 % ( 7 sekolah dari 35 sekolah yang ada ), sedangkan pada pertemuan ke-2 masih 20% . Barangkali kegiatan ini dapat dijadikan wadah pengembangan profesi . Sebagaimana kita ketahui MGMP dapat dijadikan tempat sharing para guru khususnya berkaitan dengan pembahasana aspek-aspek dan indicator Kompetensi pedagogic dan kompetensi professional. Untuk waktu dekat semua guru akan melaksanakan UKG pada tanggal 9 -27 Nopember 2015.
Semoga rekan-rekan guru matematika bisa menyadari bahwa kegiatan sharing ini dapat memperkuat basis pemahaman , kesiapan dalam menjelang persiapan UKG tersebut.
                                 


Bukber Jeung Syukur

  Majalaya, 28 Maret 2025 Assalamualaikum Wr. Wb. Mangga urang sami-sami manjatkeun puji sareng syukur ka Allah SWT, nu di mana dina kasempa...